Samata, Hizbut Tahrir Chapter UIN Alauddin Makassar mengadakan Halqoh Pelataran membahas seputar islam ideologis, politik dan negara dengan mengangkat tema "Gejolak Timur Tengah dan Masa depan Dunia Islam" bertempat di pelataran Masjid Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, Rabu 23 Februari 2011 dimulai pada pukul 10.30-12.15 WITA oleh Didi Aly Fauzy (Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia UIN Alauddin Makassar) sebagai pemateri tunggal dalam Halqoh Pelataran edisi pertama ini.
Sebagai kesimpulan dari pembahasan yang begitu panjang tadi, ada beberapa poin penting untuk kita jadikan sebagai pelajaran dari kasus timur tengah ini:
Pertama, jika perubahan yang diseruhkan oleh rakyat bukan didasarkan oleh pemahaman aqidah saja, maka yakin dan percaya bahwa perubahan itu hanyalah perubahan semu, bukan perubahan yang hakiki yang diinginkan oleh kaum muslimin.
Kedua, masalah timur tengah tidak bisa kita katakan sebagai masalahnya mereka yang ada di sana saja tetapi maslah kaum muslimin. karena rasulullah telah bersabda bahwa "kaum muslimin ibarat satu tubuh, jika yang satu merasakan sakit maka yang lainpun merasakan sakit.
Ketiga, memang tidak bisa dipungkiri bahwa kekuatan ummat tidak bisa dibendung oleh siapapun, ketika mereka sadar bahwa perubahan itu harus dikumandangkan dengan segera.
Keempat, hadirkanlah islam ideologi sebagai solusi tunggal dalam perubahan hakiki yang telah diidam-idamkan oleh kaum muslim karena ketika islam diimplementasikan dalam negara, ya tentunya Daulah Khilafah Islamiyah maka Islam tidak akan menjadi agama yang dikambing hitamkan oleh barat melaikan islam akan menjadi Imperium Global yang akan memerangi barat. Wallahu a'lam wa ahkam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar